Senin, 23 April 2018

ALASAN KE-11 : Da'wah Sesat

Seperti hadits yang dihimpun oleh Abu Dawud dalam Kitabusunah dari Abu Huroiroh :

"مَنْ دَعَا اِلَى هُدًا ى كَانَ لَهُ مِنَ الْاَجْرِ مِثْلُ  اُجُورِمَنْ تَبِعَهُ  لَا يَنْقُصُ  ذَلِكَ مِنْ اُجُورِهِمْ شَيْئًا   وَمَنْ دَعَا اِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ  مِنَ الْاِثْمِ  مِثْلُ اَثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَالِكَ مِنْ اَثَا مِهِم شَيْئًا


"Barangsiapa menyeru menuju hidayah maka baginya pahala semisal pahalanya orang yang mengikuti, tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang2 yang mengikuti. Dan barangsiapa yang menyeru menuju kesesatan maka baginya dosa semisal dosanya orang2 yang mengikuti tanpa mengurangi sedikitpun dosa orang yang mengikuti".

Kata dakwah, kalau penulisan dari bahasa Arab yang lebih mendekati adalah da'wah dengan tanda petik di atas mewakili 'ain mati.
Artinya adalah ajakan atau seruan.
Jadi ada dua jenis ajakan. Ajakan menuju kepada hidayah (petunjuk) Alloh serta Rosul atau ajakan kepada kesesatan.

Lalu bagaimana mengetahui apakah suatu da'wah itu membawa kepada hidayah atau sesat ?

Inilah yang penting untuk diwaspadai. Tentu umat tidak ingin tersesat gara-gara gegabah , tidak teliti begitu mudah dan percaya kepada ajakan tanpa pertimbangan yang teliti. Manusia berusaha , Alloh Swt yang memberi hidayah.

Hidayah atau bisa juga alhuda adalah petunjuk Alloh Swt dalam Kitab Suci al-Qur'an serta diperkuat dengan tuntunan Rosulullohi Saw dalam kitab hadits2 sokhih.
Salah satu indikator jika ajakan atau da'wah yang dilakukan seseorang dengan menunjukkan bukti dalilnya dalam Quran maka secara materi da'wahnya menuju kepada hidayah. Meski ada faktor lain yang penting untuk diperhatikan yaitu metode penyebaran atau penyerahan ilmunya.
Metode penyebaran ilmu agama ada bab tersendiri.

Sedangkan da'wah menuju kesesatan, adalah ajakan dengan tidak mengindahkan materi ilmu juga tidak mengikuti petunjuk syariat dalam metode penyerahan ilmu.

Baca juga :

Pembahasan LPM Kajian no.36 : Mengikuti Cara Mengaji Sobahat & Rosul





Selasa, 20 Maret 2018

ALASAN KE-10 : Syafaat Terbatas

Syafaat artinya pertolongan.
Sering terdengar harapan sekaligus doa seorang mengatakan "sholawat soho salam mugi katetepno kagem Rosulullohi Saw ingkang tansah kito antu-antu syafa'atipun wonten ing yaumil akhir samangke".
Dalam Bhs Indonesia "Sholawat serta salam semoga ditetapkan untuk Rosulullohi Saw yang selalu kita harapkan syafaatnya di hari akhirat kelak".

Syafaat, sangat dibutuhkan oleh manusia pada saat terjadinya kiyamat. Surah Al-qori'ah ayat 4 & 5 "pada harinya manusia sebagaimana belalang yang berterbangan, dan gunung-gunung sebagaimana bulu halus yang ditiup". Saat kita menyaksikan terjadi bencana angin kencang hingga genteng dan atap rumah porak poranda, itu saja perasaan kita sudah sangat takut, mencekam.
Nah pada hari kiyamat gunung-gunung saja tercabut dari bumi, saking dahsyatnya goncangan hari itu. Lalu bagaimana keadaan manusia yang masih hidup dan menyaksikan fenomana tersebut.
Itu prosesi kehancuran bumi langit dan seisinya. Alloh Swt akan mengganti dengan pertunjukan yang tidak kalah seru.

Syafaat Untuk Siapa 

Dalam keadaan demikian tentulah manusia sangat perlu syafaat. Tentunya kita berharap semua mendapat syafaat sebagaimana doa di atas. Di saat mengalami kondisi yang sangat berat matahari diturunkan sangat dengat dengan manusia, sangat panas sampai ada yang berenang di keringatnya sendiri hingga setinggi telinga. Allohuakbar.
Saat demikian benar-benar Alloh Swt menunjukkan kekuasaanNya, tiada tempat selamat kecuali atas idzinNya.

Sayangnya syafaat tidak Alloh Swt berikan kepada setiap orang.


QS.Maryam (19):87. Mereka tidak berhak mendapat syafa'at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.

Kecuali orang yang telah mengadakan ikatan perjanjian dengan Alloh Swt. Berarti ada persyaratan khusus. Tidak semua umat manusia.
Lalu bagaimana sih perihal perjanjian dengan Alloh itu. Jika memang itu disyaratkan kenapa kita tidak berbondong-bondong mendaftarkan diri ikut mengisi berkas perjanjian ? Seandainya memang ada berkas2 administrasi dokumen SP (Surat Perjanjian) yang ditentukan dalam Kitab Qur'an.

Bicara hal ihwal perjanjian itu seperti apa, ternyata Alloh Swt menjelaskan pada ayat 113 Surah Toha : "Dan demikianlah Kami menurunkan Al Quran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebahagian dari perjanjian (ancaman), agar mereka bertakwa atau (agar) Al Quran itu menimbulkan pengajaran bagi mereka."

Alloh Swt maha sayang kepada hambanya sehingga menjelas-jelaskan (aduh bahasa yang enak kayak apa ya). Jangan sampai manusia mengalami nasib celaka bin sengsara di hari akhirat. Karena tidak sungguh-sungguh belajar mengindahkan firmanNya.

QS.AlFath (47):10. Bahwasanya orang-orang yang berbaiat (janji setia) kepada kamu sesungguhnya mereka berbaiat kepada Alloh. Tangan Alloh di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Alloh maka Alloh akan memberinya pahala yang besar.

Lalu bagaimana praktek pelaksanaan mengadakan perjanjian kepada Alloh tersebut ?
Rupanya kita dituntut untuk terus belajar mengkaji Quran sebagai kalamulloh dan mengkaji Sunah (tuntunan Rosululloho Saw) dalam hadits.
Agar di sisa umur kita ini dapat menemukan jalan dan cara menguatkan ikatan (aqidah) kepada Alloh Swt.
Memohon petunjuk dan hidayah semoga secara dalil kita tergolong hamba yang mendapat syafaat sesuai syarat yang telah ditentukan.
Aamin. 

 
 

Sabtu, 06 Januari 2018

ALASAN KE-9 : Sudah Tutup

"Maaf pak sudah tutup" hah. Seketika saya melihat jam di dinding kantor itu masih jam 11 kurang 3 menit, saya pun berargumen. "Loh mbak masih ada waktu 3 menit, masih bisa mbak. Tolong saya dari jauh" . Rupanya mbak yang di sebelahnya sambil ngecap Kartu Keluarga " iya tapi kan lama, bapak masih harus fotokopi juga toh, sudah tutup paak".
Ya sudah.
Memang saya sering ke Kant.Catatan Sipil Kab.Magelang tapi terletak di Kota Magelang. Jarak dari rumah sekitar 24 km. Membantu warga membuat KTP elektronik, surat pindah , akta kelahiran, kematian dll yang berhubungan dengan dokumen kependudukan.

Perasaan kecewa pun saya tahan artinya jauh-jauh saya pulang dengan tangan hampa. Akan  berargumen yang lebih menekan, tidak enak rasanya. Nanti dianggap tidak taat sama petugas.

Kenapa mepet sekali waktunya. Kemungkinan besar orang memvonis saya demikian. Itulah nyatanya.
Perkiraan dari kantor balai desa Kradenan dengan durasi 1 jam cukup. Ternyata hal yang tdk terkira dapat terjadi di jalan. Saya mampir dulu ke rumah salah satu kadus urusan PMI karena posisi rumah secara geografis sejalan arah saya ke kota Magelang. Juga dilupakan dengan sepeda motor yang saya kendarai tdk dapat melaju cepat.

Sampai terlambat waktunya karena memang saya tidak fokus ke satu tujuan.

Teman-teman,
waktu itu terasa demikian cepat ketika kita dipenuhi kesibukan. Ada saja hal yang terlewat jika kita tidak memanagemen dengan benar.

Kesempatan kita hidup di atas bumi ini sebenarnya cepat sekali. Bagi umat beriman yang mengimani adanya kehidupan akhir setelah kematian di dunia ini, penting untuk berhitung dengan tepat dan seksama.
Apa yang diperlukan di akhirat kelak harus dipersiapakan sekarang. Jangan lagi menunda-nunda waktu.

Tentunya kita tidak berharap di akhirat kelak menanggung rasa kecewa karena tidak menggunakan waktu sebaik-baiknya.

Rabu, 06 Desember 2017

ALASAN KE-8 : Kurang Teliti

Pekerjaan yang tidak disertai kecermatan dan ketelitian dapat menimbulkan kekecewaan pada waktu berikutnya.

Dari Anas dari Nabi Saw bersabda : Pada hari kiyamat anak Adam didatangkan seakan-akan anak kambing (berjubel) Kemudian dihentikan di hadapan Alloh Swt. Berfirman Alloh Swt kepada manusia <telah Aku berikan kepadamu dan telah aku serahkan (harta) dan telah Aku beri nikmat kepadamu , maka apakah yang telah kalian amalkan ? >.
Berkata manusia "Wahai Tuhanku , aku telah mengumpulkannya, aku telah melipatgandakan maka aku tinggalkan sebanyak yang ada, maka  

Selasa, 21 November 2017

ALASAN KE-7 : Agar Mudah Dipahami

"Berkata orang-orang kufur hendaklah Qur'an itu diturunkan kepada Ros dengan jumlah yang satu (sekaligus), seperti demikian supaya Kami tetapkan dalam hatimu dan Kami jelaskan Qur'an dengan sungguh-sungguh jelas."
QS.al-Furqon(25)32.

Alloh Swt menurunkan wahyu Al-Quran ayat demi ayat agar rosululloh Saw mudah dalam menetapkan pemahaman dalam hatinya.
Ketika menerima wahyu dari Malaikat Jibril, pernah Rosul tergesa-gesa akan mendahului bacaan Jibril. Pernah ditegur Alloh Swt melalui SurahAlQiyamah (75): 16-19

  • 16. Jangan kau gerakkan lisanmu karena kau tergesa-gesa dengan Qur'an.
  • 17. Sesungguhnya atas Kami kumpulnya Quran dan bacaannya.
  • 18. Maka ketika Kami bacakan Quran, ikutilah bacaanya.
  • 19. Kemudian atas Kami keterangannya Quran.
Kurun waktu turunnya yang total 30 juz, 114 Surah dan 6237 ayat selama lk 23 tahun.

Dari peristiwa itu kita dapat mengambil pelajaran, bahwa belajar agama Islam dengan mempelajari bacaan dan memahami keterangannya sebaiknya bertahap sedikit demi sedikit.

Membangun pemahaman belajar agama Islam secara bertahap IBARATNYA seperti membangun rumah.
Ribuan ayat dalam Kitab Al-Qur'an dan butiran (matan) hadits yang jumlahnya ribuan IBARATNYA material penyusun bangunan rumah tadi. Sedangkan seorang ustadz/mubaligh IBARATNYA team pelaksana pembangunan rumah itu sendiri.

Seorang yang ingin membangun rumah apakah benar-benar mampu secara sendiri tanpa bantuan orang ? rasanya sulit sekali. Manusia punya keterbatasan. Membutuhkan bantuan yang sudah pengalaman dan ahli di bidangnya.

Semua material yang ada di toko besi/bangunan tidak sekaligus dibawa ke lokasi pembangunan rumah, melainkan sedikit-sedikit mengikuti kebutuhan dan kondisinya.

Demikian pula membangun pengertian di dalam hati dengan material ayat2 Quran juga Hadits lebih tepat jika bertahap sesuai dengan dengan kebutuhan. Dan material mana atau ayat2 yang mana yang lebih paham adalah konsultan konstruksi dalam hal ini adalah mubaligh/ustadz yang mensuplai ilmu kepada individu muslim.


 

  

Kamis, 01 Juni 2017

ALASAN KE-6 : Amalan Ditolak

Alasan bahwa mengkaji ilmu Islam merupakan urusan URGENT alias darurat, salah satunya karena boleh jadi amalan seorang hamba kelak di hadapan Alloh ditolak. Dengan ditolak berarti tidak mendapat balasan pahala.

قَالَ رَسُولُ صَِلَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ اَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
رواه البخارى

Bersabda Rosululloi SAW 

Minggu, 21 Mei 2017

ALASAN KE-5 : Islam Tidak Utuh Lagi

Islam adalah jalan keselamatan.
Uraian yang jelas dan terang benderang sudah dijabarkan di dalam kitabillah wa sunnah nabinya. Seseorang dapat memperoleh kejelasan mengenai Islam dengan elalui kajian yang mendalam.